Sudah sekian lama belajar seo, dan sudah sekian lama pula ilmu itu dipraktekkan dalam kehidupan ngeblog sehari-hari. Namun, amat disayangkan kala ada berbagai kontes SEO Rusli Zainal Sang Visioner terlewatkan.
Dan seperti pucuk dipinta ulampun tiba, belum lama ini diadakan Kontes Seo Bertuah yang diadakan oleh www.sungaikuantan.com dengan hadiah
1. Juara pertama mendapatkan uang tunai Rp. 6.000.000,-
2. Juara kedua mendapatkan uang tunai Rp. 3.000.000,-
3. Juara ketiga mendapatkan uang tunai Rp. 2.000.000,-
4. Juara ke-4 sampai ke-6 mendapatkan uang tunai Rp. 500.000,-
5. Juara ke-7 sampai ke-10 mendapatkan uang tunai Rp. 300.000,-
Terbuka bagi blogger Indonesia yang berdomisili di Indonesia.Adapun ketentuannya dapat di klik sungaikuantan.com
Silakan klik RUSLI ZAINAL SANG VISIONER untuk melihat contohnya
Kontes SEO terpanas 2009
Peluncuran Website osambas.com
Selamat datang di situs petualangan osambas.com yang berusaha untuk menjadi Internet Marketer Profesional. Alhamdulillah dengan Rahmat Allah tanggal 1 April website petualangan osambas.com.Di sini akan ditampilkan secara sederhana tentang petualangan wisata saya, sosial budaya flora fauna Sambas sebagai daerah kelahiranku, juga tentang apa saja yang ada di Sambas. Kunjungi www.osambas.com
Lima Orang Warga Kalbar Tewas Ditembak Polisi Malaysia
BALKAR - Kabar sedih tentang nasib WNI kembali datang dari negeri seberang, Malaysia. Lima WNI asal Balai Karangan, Kalimantan Barat (Kalbar), dihabisi Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dengan berondongan peluru yang rata-rata mengenai kepala dan dada.
Belum ada keterangan resmi dari PDRM tentang penembakan itu. Namun, diperkirakan lima warga Dusun Pengadang Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, itu dihabisi antara 2-4 Desember lalu. Perkiraan itu berdasar kontak terakhir para korban dengan keluarga dan ditemukannya jasad korban di rumah sakit di Kuching, Malaysia.
Pontianak Post (Jawa Pos Group) melaporkan, korban penembakan tersebut adalah Sayuti bin Nasir; 32; Abang Hamjah bin Abang; Mahmud bin Abang Safri, 25; Suryadi bin Lasri,19; dan Mrhaban bin Samsudin, 20.
Menurut salah satu keluarga dekat korban, Yunus, 50, lima korban tersebut masih bersudara. Rumahnya juga berdekatan. Bahkan, mereka juga memiliki banyak anggota keluarga yang tinggal di Malaysia. "Mereka pergi ke Malaysia 2 Desember lalu. Maksudnya mencari kerja," jelas Yunus.
Selama ini lima korban tersebut berkelakuan baik dan tidak pernah punya masalah di kampungnya. "Oleh karena itu, pihak keluarga sangat kaget dan shock ketika menerima kabar dari keluarga mereka di Malaysia beberapa hari lalu," terangnya dengan wajah sedih mengingat salah satu korban penembakan itu akan menikah dalam waktu dekat ini dengan keluarga Yunus.
Sebelum kejadian, tambahnya, lima korban penembakan itu berangkat ke Malaysia untuk bekerja sebagai tukang bangunan. Mereka berlima berangkat dari Dusun Ruis Selasa lalu (2/12) dan berencana pulang sebelum lebaran haji (Idul Adha). Keluarga korban tidak tahu persis apa yang dilakukan oleh lima korban tersebut di Malaysia hingga mereka tewas ditembak oleh Polis Diraja Malaysia.
Ketika sudah berada di Malaysia, salah satu korban sempat melakukan kontak telepon dengan istrinya di Dusun Ruis. "Kami berbincang cukup lama. Namun, setelah berakhirnya percakapan tersebut, saya coba telepon sampai delapan kali tidak diangkat," kenangnya. "Mulai sejak itulah, putus kontak sama sekali,' tutur Normi, istri alm Sayuti, di kediamannya Kamis (11/12) menjelang pemakaman.
Kabar penembakan itu diterima oleh keluarga setelah jasad mereka tiga hari berada di rumah sakit Kuching. Itu pun diketahui setelah keluarga korban melakukan pencarian dan mengecek seluruh rumah sakit di Kuching.
Keluarga juga sangat kecewa terhadap penanganan aparat Malaysia. Sebab, walaupun lima orang itu sudah menjadi mayat, tetap saja proses berbelit-belit. Bahkan, pengiriman jenazah ke tanah air juga terkendala. Alasannya, masih ada satu korban yang belum diotopsi.
Hasil penelusuran Kapuas Pontianak (Pontianak Post Group) ke lapangan, lima korban tersebut ditembak aparat setempat karena disinyalir terlibat pencurian. Hal itu juga sudah diekspose di sebuah koran harian berbahasa Mandarin di Malaysia.
Namun, sampai berita ini diturunkan, kasus tersebut masih simpang siur. Pihak keluarga meragukan keterangan tersebut. Apalagi tidak ada penjelasan yang terperinci dari PDRM saat menyerahkan jenazah di Border Entikong.
Ironisnya, tidak ada satu pun pihak Malaysia, baik dari perwakilan PDRM maupun pemerintahnya, yang mengantar jenazah. Lima jasad itu diberangkatkan dari Kuching kemarin sekitar pukul 13.00 WIB dan tiba di rumah duka pukul 16.00 WIB.
Dari Kuching, jasad korban juga tidak dimasukkan ke peti mayat. Jenazah hanya dimasukan ke dalam kantong mayat, bahkan di tubuh korban penembakan terlihat dengan jelas bekas otopsi dan luka tembak. Kondisi satu sangat mengenaskan. Kepalanya retak karena dihantam timah panas. Melihat kondisi itu, keluarga korban tidak terima dengan kasus penembakan tersebut.
Sumber : http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=40708
Hubungan antara Dreamweaver dan Weekend
Kamis lalu aku lihat ada selambaran brosur Tentang Diklat Dreamweaver untuk membuat website di Kampus. Kebetulan sekali aku memang lagi semangat- semangatnya belajar mengenai Pembuatan website. Aku pun langsung menemui panitia pendaftarandi Gedung Perpustakaan UPI. Nah... ini dia hari ini aku kelelahan bangun pagi karena semalam malam Sabtu aku tidur agak lambat dari hari- hari biasa, karena malam tadi kulewatkan kumpul dengan kawan- kawan di Cafe. Lelah memang.. antara sadar dan tidak aku bergegas bangun terus ke kamar mandi dan setelah berkemas segera berangkat dari kost menuju kampus UPi tercinta.
Jalan sepi karena memang hari ini adalah libur Sabtu. Pegawai Negeri, mahasiswa se- Bandung libur di Hari Sabtu. Sedangkan aku mengikuti Diklat dengan mata setengah terbuka.
Tapi tidak apa- apa, yang pasti aku mendapatkan ilmu. Weekend yang kelabu tapi mengesankan.
Semangat Dong.. Semangat !
Menjaga semangat selalu tetap positif memang latihan yang terus menerus.
Semangat positif intinya hanya akan diperoleh dengan menjaga pikiran kita selalu ke arah positif. Ketika kita mulai mengalami kejenuhan dan kebosanan bisa jadi semangat mengendur, untuk itu berusahalah selalu mengarahkan pikiran agar tetap positif, caranya perhatikan beberapa tips berikut ini:
1. Pilihlah salah satu kata-kata bijak yang dapat mempengaruhi semangat dan motivasi anda. Boleh ambil dari kata- kata mutiara dari orang-orang terkenal misalnya, atau dari mana saja. Kalau perlu tulis dan tempatkan tulisan ini di tempat yang mudah Anda baca setiap harinya. Baca dan camkanlah kutipan kata- kata motivasi itu. Jadikanlah isi dari setiap kutipan tersebut menjadi bagian pemikiran Anda sehingga mampu membangkitkan semangat motivasi Anda.
2. Berusahalah bertemu dan bergaul dengan orang-orang yang memiliki semangat positif. Hindari lingkungan yang cenderung mempengarungi menurunnya semangat anda atau mempengaruhi kebosanan Anda. Bertemu dan berdiskusilah dengan mereka yang memiliki semangat tinggi dan positif. Semangat positif itu menular, dengan Anda bertemu, bergaul dan berdisuksi dengan orang-orang positif, anda akan tertular kembali semnagat positif.
3. Hapuslah kata-kata “tidak dapat,”, “tidak bisa”, “malas”, “tidak bersemangat” atau kata-kata lain yang senada dari pikiran Anda. Buanglah jauh-jauh kata-kata yang intinya dapat melemahkan semangat Anda. Usahakan agar Anda menemukan cara untuk mengatakan apa yang bisa Anda lakukan.
4. Mulailah hari dengan bersikaplah positif. Tanamkan keyakinan dalam hati Anda bahwa setiap orang yang anda temui sesungguhnya memiliki sisi positif dan perlakukanlah mereka dengan sikap positif juga. Misalnya tersenyumlah ketika bertemu dengan orang lain, mengucapkan salam dengan ramah, melayani mereka dengan baik, dll. Anda pasti akan heran melihat tanggapan yang akan Anda peroleh dari orang-orang yang selama ini anda anggap biasa saja. Hal ini akan dapat membangkitkan kembali semangat dan sikap positif Anda.
5. Carilah suatu kesempatan untuk bisa berbagi dan memberi kepada orang lain dengan tulus dan ikhlas. Memberi tidak harus dengan harta benda, bisa dengan membagi ilmu yang anda miliki, berbagi keramahan atau apapun yang bisa Anda lakukan untuk orang lain. Lakukanlah suatu yang khusus pada siapa saja termasuk mungkin pasangan Anda, orang tua Anda, sahabat Anda ataupun anak-anak Anda. Bahkan kalau memungkinkan berusahalah berbuatlah suatu kebaikan pada seseorang yang belum Anda kenal sekalipun. Ini akan menjadikan hidup anda lebih berarti dan membangkitkan semangat positif Anda.
6. Pahami kehendak hati atau tujuan yang ingin Anda raih dalam kehidupan. Kemudian lakukan sesuai dengan kehendak hati Anda. Dengan menemukan kembali kehendak hati, anda akan menemukan kecintaan yang dapat membangkitkan semangat dan motivasi positif Anda.
7. Bersyukurlah kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan berkah yang sudah anda terima sampai detik ini. Sekali lagi bersyukurlah dan perbanyaklah bersyukur kepada Allah atas segala karunianya, kesehatan yang anda miliki, keluarga yang anda miliki, pekerjaan anda saat ini, karier anda saat ini dan lain sebagainya. Perasaan bersyukur akan mendamaikan hati dan dapat membangkitkan kembali semangat dan motivasi dari dalam diri.
Mengapa Aku Memilih Asian Brain?
Akhirnya setelah beberapa bulan aku tidak pernah kapok dan ikut lagi keberapa produk dengan gaya yang sama yaitu mencari anggota alias MLM.
Tak berapa lama kemudian aku pun tidak sengaja menemui iklan AsiaBrain. Akhirnya timbul dibenakku dan ingin tahu apa sebenarnya Asian Brain itu.
Kebetulan aku mendapat rejeki dapat beasiswa di Bandung pada awal September. Aku gak menyia-nyiakan waktu untuk bertandang ke Kantor Asian Brain di jalan Banjaran yang cukup jauh juga dari penginapanku di bandung. Di situ aku disambut oleh karyawan kantor Asian Brain di lantai dua dan menanyakan langsung apa sebenarnya AsianBrain itu.
Setelah bercerita banyak tentang Asian Brain dan sosok Anne Ahira direktur Asian Brain, barulah aku yakin ini adalah perusahaan yang mantap.
Besoknya langsung aku melakukan regestrasi dan pembayaran menjadi anggota atau yang kusebut sebagai siswa/ mahasiswa Asian Brain. Karena di Asian Brain kita menimba ilmu.
Sebenarnya ketertarikanku bergabung AsianBrain juga bukan semata alasan motivasi bisnis, tapi lebih dari itu aku kagum dan salut akan sosok Anne Ahira.Karena terlepas dari kontroversialnya dia dimasa lalu, aku melihat Ahira memang calon orang besar, kekuatan mental dan kegigihan nya menaklukan semua rintangan adalah sebuah cermin buatku belajar…”jangan menyerah, karena menyerah berarti merelakan diri kita untuk kalah dan memberikan kemenangan pada orang lain.”
Alhamdullillah dengan belajar dengan Asian Brain wawasanku terus bertambah. Kini aku gak gaptek lagi tentang internet. Sedikit demi sedikit rejeki mengalir. Alhamdullilah...
Tiga kunci Hidup Bahagia
Apakah rahasia hidup yang bahagia itu? Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita, seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik? Mungkin Anda akan mengatakan ”ya.” Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama.
Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya.
Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.
Budha Gautama pernah mengatakan, ”Keinginan- keinginan yang ada pada manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan. ” Ia benar. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Anda tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah Anda putuskan dari awal.
Coba katakan pada diri Anda sendiri, ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana.
Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.
Ada tiga pikiran yang perlu senantiasa Anda tumbuhkan. Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap hari tapi sering tanpa makna yang mendalam. Saya kira ajaran seperti ini bukan hanya kita temukan dalam Islam saja, tetapi juga dalam ajaran agama yang lain.
Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan. Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaanny a. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain.
Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!
Kunci kedua adalah bersyukur. Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah.
Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.
Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.
Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.
Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil. Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.
Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stres, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini bolehlah Anda anggap sebagai hal yang ”agak besar.” Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup sebenarnya hanyalah masalah-masalah kecil.
Oleh: Arvan Pradiansyah
Dosen UI & Pengamat Manajemen SDM
Mengubah Nasib Buruk
Nah, apakah Anda jadi memutuskan untuk menerima tawaran menjadi CEO di perusahaan yang sedang melaju menuju kematiannya ini? Kali ini mungkin Anda akan berpikir lebih lama sebelum memberi jawaban.
Jawaban ‘Ya’ bisa saja tetap Anda berikan jika Anda tahu strategi yang bisa Anda terapkan untuk memutar balik keadaan krisis menjadi sukses. Ingin tahu strategi yang bisa mengubah kondisi terburuk menjadi terbaik? Mari kita berguru pada Gordon Bethune yang sudah berhasil mengubah Continental Airlines yang ketika itu sedang berada di ujung kematian menjadi salah satu perusahaan penerbangan terbaik di Amerika Serikat.
Terpuruk Dalam Kondisi Terburuk
Apa ciri-ciri perusahaan yang sedang berada di ujung jurang kehancuran? Tidak sulit untuk melihat tanda-tandanya. Andapun pasti dapat menyebutkan indikatornya, tiga yang paling penting adalah sebagai berikut.
Merugi
Secara sederhana, perusahaan merugi jika pengeluarannya lebh besar dari pendapatan. Keuntungan ibarat darah bagi perusahaan. Jika keuntungan tidak kunjung menjelang sampai memakan habis persediaan uang tunai perusahaan, maka perusahaan lambat laun akan berhenti beroperasi, apalagi jika keadaan diperburuk dengan jumlah utang yang menggunung. Tak ayal lagi dentang lonceng kematian semakin keras terdengar sebagai peringatan bagi pimpinan maupun karyawan perusahaan tersebut untuk bersiap diri menghadapi ke-mungkinan terburuk: perusahaan gulung tikar.
Karyawan vs. “Top Management”
Indikator lain yang menunjukkan bahwa perusahaan sedang dalam krisis adalah perseteruan dalam perusahaan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Sepertinya pepatah ini masih berlaku di dunia bisnis, apalagi antara karyawan dan top management. Divisi yang satu menyalahkan divisi yang lain. Karyawan tidak lagi menaruh rasa hormat dan percaya pada pimpinan. Kondisi ini dapat diibaratkan seperti para pendayung dalam satu perahu yang mendayung ke arah yang berlawanan sehingga kapal berjalan di tempat, bahkan bila kekuatan yang berseteru tidak imbang, kapal bisa oleng dan karam. Jadi, tanpa adanya persatuan dan semangat saling mendukung, sudah dapat dipastikan, perusahaan akan melaju ke arah perpecahan yang ujungnya tentu saja kebangkrutan.
Pelanggan Lari
Indikator yang paling penting untuk dicermati adalah pelanggan. Keberadaan perusahaan sangat tergantung pada dukungan pelanggan, seperti tubuh manusia yang tergantung pada jantung yang berdetak. Jika pelanggan sudah tidak percaya lagi pada perusahaan karena kinerja yang buruk (kualitas layanan dan produk yang buruk), maka perusahaan akan kehilangan kepercayaan pelanggan karena citra buruk yang terbentuk. Hilangnya kepercayaan pelanggan dapat menyebabkan larinya pelanggan ke perusahaan pesaing. Perusahaan yang ditinggalkan oleh pelanggan akan kehilangan kehidupan.
Ketiga indikator penting ini ada pada Continental Airlines ketika Gordon Bethune ditunjuk menjadi CEO pada tahun 1994. Kondisi krisis sudah menggeragoti Continental Airlines selama 10 tahun sebelumnya.
Bangkit Menjadi Yang Terbaik
Lalu, bagaimana mengubah kondisi terburuk menjadi terbaik? Memang tidak mudah, tetapi Gordon Bethune dan timnya telah berhasil mengubah Continental Airlines dari perusahaan yang sudah hampir gulung tikar menjadi salah satu perusahaan terbang terbaik di Amerika Serikat. Bethune menerapkan empat strategi berikut, seperti yang dikutip oleh Neff and Citrin dalam buku mereka ‘Lessons from the Top”.
Mencetak Keuntungan
Langkah pertama adalah memompakan kembali darah keuntungan dalam urat nadi perusahaan. Jika perusahaan belum bisa mendongkrak pendapatan, maka langkah emergensi awal adalah memotong biaya. Salah satunya yang dilakukan oleh Bethune di Continental Airlines (CA) adalah memangkas divisi yang merugi: CALite. Selain itu, Bethune juga merasa perlu untuk menutup jalur penerbangan yag banyak menyebabkan kerugian dan memfokuskan perbaikan pada jalur ‘gemuk’ yang menjadi kekuatan perusahaan.
Membuat “Cash Flow” Menjadi Positif
Pemotongan biaya saja tidaklah cukup. Langkah ini perlu dilengkapi dengan upaya mengubah cash flow yang negatif menjadi positif. Banyak cara yang bisa dilakukan, antara lain dengan merestrukturisasi utang dan melakukan penghematan. Restrukturisasi utang dilakukan dengan negosiasi ulang mengenai penjadwalan utang.
Dalam hal ini perusahaan perlu menunjukkan pada investor, komitmen yang tinggi untuk berubah ke arah yang positif. Gordon Bethune juga mengurangi jenis armada, dari 13 jenis menjadi separuhnya (enam jenis), dan akhirnya menjadi empat jenis saja. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan dan mengefisiensikan perawatan dan pembelian ‘spareparts’ pesawat, dan meningkatkan likuiditas perusahaan.
Memperbaiki Kinerja
Untuk memenangkan kembali pelanggan ternyata melalui iklan saja tidaklah cukup. Gordon dan crew berjuang keras tidak hanya memberi janji tetapi juga bukti dengan memperbaiki kinerja CA.
Mereka memperbaiki ketepatan waktu kedatangan dan keberangkatan (tidak lagi terlambat) dan memperbaiki kinerja staf ‘back office’ dalam melayani pemesanan tiket, check in, serta penanganan bagasi penumpang (untuk meniadakan masalah bagasi yang hilang atau yang salah tujuan). CA juga berjuang untuk memperbaiki kualitas makanan dan layanan penumpang di udara.
Langkah yang paling penting dari CA adalah ‘meminta maaf’ pada pelanggan mereka (frequent flyers) dan memberikan komitmen untuk melakukan perubahan positif. Selain itu, CA juga mengambil sikap proaktif untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan dari mereka, mendengarkan serta menindaklanjuti keinginan dan keluhan dari pelanggan. Ternyata tindakan-tindakan ini bisa mengembalikan kepercayaan pelanggan yang sudah luntur.
Membangun Budaya Positif
Mengubah budaya perusahaan yang sudah mengakar tidaklah mudah. Bethune pun menyadari hal ini. Karena itu, untuk membangun budaya perusahaan yang baru, Gordon Bethune merasa bahwa CA memerlukan generasi pimpinan yang baru. Strategi yang diambil Gordon Bethune adalah mengganti 50 dari 61 lapis pimpinan perusahaan tingkat menengah ke atas. Ke 50 orang ini diganti dengan 20 tenaga yang dianggap terbaik di bidang mereka masing-masing.
Kepada ke 20 pimpinan baru, Gordon menularkan komitmen untuk melakukan ‘profit sharing’ dengan kar-ya-wan, sehingga budaya ‘If I win, you win’ pun bisa dipupuk dengan baik dan ditularkan dengan cepat dari atas ke bawah.
Budaya ini membangun persatuan yang solid antar karyawan, rasa saling menghargai dan memupuk semangat yang tinggi untuk sama-sama menang membangun perusahaan. Selain itu, dengan menciutkan tingkatan dan jumlah ‘petinggi’, birokrasi bisa dipangkas dan biaya operasional bisa dihemat.
Ternyata setelah satu tahun menjalankan empat strategi utama ini, Gordon Berthune bersama timnya bisa memenangkan kepercayaan karyawan, hati pelanggan, dan hati pemegang saham. Kepercayaan yang telah tertanam ini akhirnya bisa menyelematkan Continental Airlines dari keterpurukkan, bahkan dalam waktu yang relatif singkat bisa mengubah posisi perusahaan penerbangan ini dari yang terburuk melesat menjadi salah satu yang terbaik.
Apakah Anda atau perusahaan Anda sedang berada pada titik terendah? Jika memang Anda merasa perusahaan masih pantas untu dipertahankan, mengapa tidak mencoba ‘turnaround strategy’ yang telah diterapkan Gordon Berthune? Dengan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi perusahaan, bisa jadi Andapun dapat mengubah kondisi terburuk menjadi yang terbaik. Selamat mencoba!
Roy Sembel,
Direktur MM Finance and Investment, Universitas Bina
Nusantara (www.roy-sembel.com),
Sandra Sembel,
Pemerhati dan praktisi pengembangan SDM
Lulus Sarjana Mau Jadi Apa?
Dalam pandangan saya, ungkapan “mencari kerja”, jika kita cermati lebih jauh menyiratkan sebuah ketidakpastian. Karena, kata “mencari” adalah sama dengan “belum menemukan sesuatu”. Proses mencari tentu memakan waktu, bisa lama bisa juga sebentar. Artinya sesuatu yang belum pasti.
Dijaman sekarang ini kebutuhan hidup paling mendasar bagi setiap orang adalah terpenuhinya sandang, pangan dan papan. Dan untuk memenuhi kebutuhan itu semua hanya bisa dilakukan dengan memiliki uang. Sedangkan untuk memperoleh uang seseorang harus bekerja. Maka, ketika mencari kerja, agar kelak dapat menghasilkan uang menjadi jawaban para mahasiswa, para calon sarjana adalah sesuatu yang wajar.
Para calon sarjana tersebut dibarengi dengan daya kreativitas yang tinggi, ataukah hanya mengandalkan selembar ijazah yang dibawa ke sana ke mari, dari satu perusahaan ke perusahaan lain, atau dari satu instansi ke instansi lain, yang pada ujung-ujungnya berakhir dengan sebuah jawaban yang menyesakkan dada: Tidak menerima Karyawan!
Fenomena semakin bertambahnya barisan pengangguran dari kalangan intelektual, yaitu mereka yang pernah mengenyam bangku perkuliahan, disebabkan oleh ketidaktahuan atau kekurangsadaran mereka atas potensi diri yang mereka miliki. Mereka sering menganggap bahwa masa depan mereka hanya ditentukan oleh favoritnya jurusan yang mereka ambil ketika kuliah, atau indeks prestasi yang mereka miliki. Mereka lupa akan skill atau kemampuan yang ada dalam dirinya. Padahal, sesunggunya skill inilah yang dapat menunjukkan kualitas serta kapabilitas seseorang.
Ketidaktahuan serta kekurangsadaran akan potensi diri ini pada gilirannya berimbas pada munculnya sikap pesimis para sarjana, setelah mengajukan berbagai lamaran, namun berakhir dengan penolakan.
Membangun mental entrepreneur
Sikap mandiri dengan tidak menggantungkan harapan untuk bekerja kantoran, atau menjadi PNS, tampaknya belum akrab dalam benak sebagian besar para calon sarjana di negeri ini. Mereka berasumsi bahwa ketika lulus kuliah, kemudian mendapat pekerjaan kantoran, atau menjadi PNS, akan menjamin masa depan mereka kelak. Pendapat demikian tidak salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar.
Menjadi karyawan di sebuah perusahaan swasta, mempunyai tiga kemungkinan. Pertama, karir yang semakin melejit dengan jaminan pundi-pundi akan semakin bertambah. Kedua, karir biasa-biasa saja dan tingkat kesejahteraan hidup tidak banyak berubah, sementara kebutuhan hidup kian hari kian meningkat. Dan ketiga, tidak lama bekerja karena perusahaan mengalami colaps, sehingga banyak karyawan dirumahkan.
Adapun menjadi PNS relatif lebih aman meskipun dengan standar gaji pas-pasan. Konsekuensinya, ketika tuntutan hidup semakin meningkat, apalagi ketika ada hal-hal tak terduga yang terjadi pada kita, maka sedini mungkin kita harus pandai-pandai mengatur anggaran pendapatan dan pengeluaran. Kalau tidak, siap-siap saja mengerutkan kening, karena bisa jadi lebih besar pasak daripada tiang.
Sebagai solusi alternatif atas kemungkinan-kemungkinan di atas, para calon sarjana hendaknya menyiapkan diri dengan membangun mental entrepeneur, jiwa wirausaha. Kita harus yakin setiap manusia dikarunia beragam kelebihan. Jika karunia kelebihan yang kita miliki bisa dimanfaatkan secara maksimal, bukan tidak mungkin menjadi sumber penghasilan kita yang tidak terbatas.
Apalagi di tengah arus informasi yang demikian pesat sekarang ini, para calon sarjana bisa menggunakan jasa internet untuk mencari peluang usaha yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Mereka yang menyukai dunia tulis menulis misalnya, terbuka lebar peluang menjadi seorang penulis buku, novel, artikel, bahkan menjadi seorang copywriter untuk berbagai iklan dan media baik tingkat lokal, nasional, bahkan internasional, yang sudah barang tentu menjanjikan materi yang tidak sedikit dan juga popularitas. Mereka yang mempunyai minat besar di dunia showbiz bisa membuka event organizer yang menyelenggarakan pelbagai even pertunjukan, launching produk dan lain sebagainya. Mereka yang senang menggeluti dunia kuliner bisa membuka usaha di bidang makanan. Mereka yang paham seluk beluk dunia fashion bisa membuka butik pakaian dan masih banyak lagi peluang usaha yang ada di depan mata kita.
Singkatnya, ketika para calon sarjana membuka diri, melihat potensi yang ada pada dirinya, tidak hanya mengandalkan jenjang pendidikan yang dimilikinya, maka peluang untuk mencipatkan usaha sendiri, tanpa harus menggantungkan harapan untuk bekerja pada orang lain terbuka lebar.
Dengan demikian, sikap pesimis, kerdil dan infantile (kekanak-kanakan) para calon sarjana dalam menatap masa depan, yang hanya bisa berujar “mencari kerja” setelah lulus kuliah demi mendapatkan uang untuk menopang kehidupannya kelak, sedikit demi sedikit dapat dikikis. Kesadaran akan potensi diri yang dimiliki oleh para calon sarjana, pada gilirannya akan melahirkan calon-calon sarjana dengan jiwa mandiri yang dengan lantang mengatakan, “saya akan membuka lowongan kerja bagi para pengangguran di negeri ini, setelah saya lulus kuliah nanti”.

